MENANTI JENGAH MENTARI
Malam itu ku tatap,
pada LANGIT TERBUKA dari jendela
bintang di angkasa berkerlipan cahaya
menjelang subuh bertukar gelap
basah lusuh hujungan atap
hujan dan guruh sendu meratap
AKU melihat jauh kedalam dari dalam
kesukaran mencari pejuang berkarisma indah
bertapak atas lantai sekukuh lidah
sebulat sumpah.
Tiada roh, berprinsip kabur
MUDAH LUNTUR, HANCUR BERKUBUR.
di tanah sisa sumpah
janji tertumpah kasih terbelah
putera pejuang, meniti gelombang
PASRAH MENANTI JENGAH MENTARI
Sepetang di Terumbu Selatan
Friday, August 1, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment